Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Teknologi Informasi Mendorong Tumbuhnya Ekonomi Kolaboratif PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Wednesday, 23 March 2016

Image
jognews.com
Dampak kemajuan teknologi informasi dalam bisnis telah menghilangkan perantara konvensional dan memunculkan perantara baru. Sekelompok orang dalam jumlah banyak, yang tidak pernah bertemu sebelumnya, menjadi bisa bekerja sama lewat adanya teknologi informasi. Selain itu, teknologi informasi juga memungkinkan terbukanya model ekonomi baru yakni ekonomi kolaboratif yang murah dan lebih mudah (Wikinomics).

Sebagaimana disampaikan oleh Fathul Wahid, Ph.D, Dosen Program Magister Teknik Informatika, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta di Kampus Terpadu UII, Rabu (23/3/2016) pada sebuah acara jumpa pers dengan awak media. Dampak kemajuan teknologi informasi ini sudah mulai terasa, di antaranya, peran teller bank digantikan anjungan tunai mandiri (ATM), surat dengan pos digantikan email atau short message service (SMS), belajar tidak lagi dengan guru tetapi melalui internet.

Lebih lanjut Fathul mengatakan berita terhangat sebagai dampak adanya wikinomics adalah demo pengemudi taksi konvensional yang merasa terancam dengan kehadiran layanan transportasi berbasi teknologi informasi. Mereka berunjuk rasa karena resah dengan kehadiran Go-jek dan Uber Taxi yang telah mengancam penurunan pendapatan mereka.

Penggunaan aplikasi, kata Fathul, dalam bisnis transportasi tersebut telah memunculkan model ekonomi kolaboratif antara penyedia aplikasi dan para pemilik/pengemudi sepeda motor/mobil. “Aplikasi telah menjadi perantara baru, menggantikan perusahaan taksi kovensional,” kata Fathul.

Menurut Fathul, di satu sisi, munculnya layanan transportasi berbasis aplikasi merupakan sebuah inovasi yang menguntungkan konsumen. Sebab konsumen memiliki banyak pilihan pelayanan yang dibutuhkan.

Namun di sisi lain, munculnya layanan transportasi berbasis aplikasi menjadi ancaman bagi pemain lama dengan pola pikir konvensional. “Saat ini, banyak pelaku bisnis taksi konvensional yang telah memperkenalkan penggunaan kanal aplikasi sebagai perantara baru antara perusahaan dan konsumen. Sedang mereka yang terlalu menikmati zona nyaman tanpa berinovasi, cepat atau lambat pasti terlibas,” tandas Fathul.

Perkembangan teknologi informasi tidak bisa dielakan lagi dan sebuah keniscayaan yang tidak bisa dibendung. Sedangkan sikap melarang merupakan pilihan tidak bijak dan jika membiarkan perkembangannya tanpa kesepakatan sosial baru juga tidak bijaksana.

Agar tidak memunculkan permasalahan yang berkepanjangan, Fathul mengusulkan agar pemerintah segera mengambil tindakan dan tidak terlambat dalam merespon kemajuan teknologi informasi. “Regulasi digital harus bisa mengantisipasi permasalahan yang akan muncul di kemudian hari serta bisa menampung kepentingan orang banyak,” katanya. (Dikutip dari jognews.com)




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map