Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
UII dan Yayasan Yanbu’ul Qur’an Kudus Selenggarakan Pelatihan Metode Yanbu’a PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Monday, 04 April 2016

ImageGuna meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal baca tulis al Quran, Universitas Islam Indonesia menghadirkan penulis buku Thoriqoh Baca Tulis dan menghafal Al-Quran Yanbu’a K.H. Ulil Albab Arwani untuk memberikan seminar metode baca tulis quran dan menghafal Al-Qur’an Yanbu’a pada hari Minggu (3/4) di Kampus Terpadu UII Jl. Kaliurang, Sleman.

Metode Yanbu'a sendiri merupakan metode membaca dan menghafal Al-Qur’an yang dikembangkan oleh pondok pesantren tahfidzul quran Yanbu’ul Qur’an di Kudus, Jawa Tengah. Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an merupakan pondok pesantren yang telah melahirkan ribuan penghafal quran di Indonesia, sehingga banyak di antara peserta yang hadir adalah para santri bahkan pengelola pondok pesantren tahfidz Al-Qur’an yang tertarik menerapkan metode Yanbu'a dalam pendidikan tahfidzul qur’an.

K.H. Ulil Albab Arwani sebelum memberikan pemaparan tentang metode Yanbu’a, mengingatkan kepada peserta akan pentingnya Al-Quran dalam hidup manusia. “Al-Qur’an menjadikan hidup lebih bahagia serta menjadi penolong di hari kiyamat kelak.” Ujar Pengasuh Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an tersebut.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa dengan membaca dan mempelajari Al-Qur’an maka akan dapat membersihkan hati dari sifat-sifat yang negatif. “Al-Qur’an bisa membersihkan hati yang berkarat. Jika dalam keseharian kita masih cenderung pada hal-hal yang positif seperti lebih memilih acara-acara pengajian dibandingkan acara musik-musik atau gosip di TV maka kita masih memiliki hati yang bersih. Jika hati kita tertutup oleh karat maka akan terbalik, yang seharusnya senang dengan kebaikan menjadi senang kepada hal hal yang jelek-jelek.” Papar Putra dari Kiai Arwani tersebut.

Rektor UII Dr. Ir. Harsoyo, M. Sc. Menyampaikan bahwa UII sebagai pergurun tinggi pertama yang didirikan oleh bangsa Indonesia asli memiliki harapan bahwa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berilmu dan diamalkan. “Hal tersebut dapat dilihat dalam visi pertama UII yaitu mendidik sarjana muslim yang berilmu amaliah dan beramal ilmiah.” Papar Dr. Harsoyo.

Dr. Harsoyo juga berharap mahasiswa UII tidak hanya mahir membaca Al-Qur’an namun juga memahami dan mengamalkan isi Al-Qur’an sehingga dapat benar-benar menjadi petunjuk bagi umat manusia. “Saat ini di Indonesia banyak yang memprihatinkan, seperti masih banyaknya kasus-kasus korupsi, bahkan ada jaksa atau hakim MA yang tertangkap karena kasus korupsi, itu sangat ironis. Dengan adanya kegiatan ini mengingatkan kita pentingnya mengingat Al-Qur’an, agar mencegah kita dari perilaku-perilaku yang menyimpang. Semoga kita bisa memahami dan mempraktekkan Al-Qur’an tidak hanya dibaca sehingga dapat benar-benar menjadi petunjuk bagi kita.” Ujar Dr. Harsoyo.

 




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map