Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Meneladani Kualitas Utama Nabi Muhammad SAW. PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Monday, 04 April 2016

ImageDalam rangka menyambut milad Universitas Islam Indonesia (UII) yang ke-73, Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII memprakarsai acara sinau bareng bersama budayawan Emha Ainun Najib. Kehadiran budayawan yang populer dengan sebutan Cak Nun bersama Kiai Kanjeng di Kampus Terpadu UII ini, Ahad (3/4), memperoleh antusiasme dari para mahasiswa dan juga masyarakat umum yang hadir.   

Sinau bareng bersama Cak Nun mengambil tema Meneladani Kepemimpinan Rasulullah SAW. melalui Pendidikan, Ekonomi dan Hukum Islam Menuju Manusia Seutuhnya. Turut hadir dalam acara ini Dekan FIAI UII, Drs. Tamyiz, MA, Ph.D., Wakil Dekan FIAI UII, Dra. Sri Haningsih, M.Ag., Direktur Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam  (UII), Dr. Muntoha. SH., M.Ag. dan Ketua Milad ke-73 UII, Priyonggo Suseno, MSc.

Disampaikan Priyonggo Suseno dalam sambutannya, diselenggarakannya acara sinau bareng bersama Cak Nun dalam rangka menjadikan UII sebagai rahmatan lil 'alamin. Ia bercerita seperti saat didirikannya FIAI oleh UII. Beberapa misi utama didirikan FIAI UII menurut Priyonggo Suseno yakni untuk mendidik mahasiswa dan masyarakat Indonesia agar menjadi masyarakat yang berpendidikan baik. Oleh karenanya pada waktu itu kemudian lahirlah Program Studi Tarbiyah.

Selain itu disampaikan Priyonggo Suseno, misi dari FIAI UII juga mengajarkan hidup yang temoto (tertata). Oleh karenanya kemudian didirikan Program Studi Syariah atau Hukum Islam. Sementara misi lainnya agar manusia tidak nelongso (sengsara) kemudian dibuatlah Program Studi Ekonomi Islam. Lebih lanjut disampaikan Priyonggo Suseno, tujuan utama dihadirkannya Cak Nun dan Kia Kanjeng di UII bagaimana ilmu yang kita ajarkan, kita dapatkan, belajar dan mempelajari itu bisa kita implementasikan kepada masyarakat.

Lebih lanjut dituturkan Priyonggo Suseno, dengan adanya acara sinau bareng diharapkan lulusan FIAI dan UII pada umumnya tidak hanya bisa berkarya dalam kampus, tetapi juga dapat bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya. Sejauh ini menurutnya beberapa mahasiswa UII telah berhasil menunjukkan prestasinya, seperti dalam acara debat dan inovasi mobil listrik. “Mahasiswa tidak menjadi menara gading, yakni berkarya di kampus tetapi tidak dapat berkarya di luar,” ungkap Priyonggo Suseno.

Sementara itu dalam kesempatannya, Cak Nun memaparkan beberapa prinsip sederhana meneladani Nabi Muhammad SAW. Cak Nun memulai dengan mendata sifat-sifat atau kualitas utama Nabi Muhammad SAW. yang selanjutnya dihubungkan dengan berbagai bidang seperti ekonomi, pendidikan, dan hukum. Beberapa kualitas yang ada pada Nabi Muhammad seperti disampaikan Cak Nun misalnya Nabi yang al-amin (terpercaya), an-Nabi al-Ummi, an-Nabi al-Maksum, Nabi sebagai Yaqut (permata) dan Nabi sebagai Abdan Nabiyya (Hamba yang Nabi).

Dalam acara yang berlangsung cair tersebut Cak Nun juga selelau merespon setiap pertanyaan yang dilontarkan. Diantaranya tentang ‘abdan Nabiyya dan Nabi al-ummi, yang intinya dunia ini hanyalah tempat buat mengumpulkan bahan-bahan atau batu bata, sedangkan membangunnya nanti di surga. “Tak apa menderita di dunia, sebab yang terpenting adalah memperjuangkan akhlaknya” tutur Cak Nun yang oleh salah satu penanya di sebut sebagai guru bangsa.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map