Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Pentingnya Food Safety Pada Makanan Yang di Konsumsi Masyarakat PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Monday, 04 April 2016

ImageUndang-Undang No 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dengan jelas menyebutkan pentingnya produk halal dalam memberikan jaminan kepada masyarakat tentang food safety. Kajian mengenai halal product pada dasarnya tidak hanya berpusat pada produk barang seperti makanan akan tetapi juga pada aspek jasa dan proses produksi.

Hal tersebut diungkapkan dr. Sani Rachman Soleman, M.Sc selaku Kepala Pusat Studi Halalan Thoyyiban Research and Education Universitas Islam Indonesia (HTREND UII), dalam acara Workshop Pengelolaan Makanan Halal pada hari Sabtu, 2 April 2016 di Ruang Audiovisual, Gedung Perpustakaan Pusat Mohammad Hatta, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km.14, 5 Sleman.

Menurut dokter Sani, kajian mengenai keamanan dan ketahanan pangan menjadi sangat penting karena asupan makanan yang masuk dalam tubuh dan menjadi bahan bakar utama metabolisme tubuh harus mengandung substansi yang halal dan thoyyib sehingga sel-sel dalam tubuh dapat bekerja dengan optimal.

“Hal ini penting karena penelitian-penelitian yang dipublikasikan sudah sangat jelas bahwa babi, alcohol dan substansi yang haram lainnya dapat merusak tubuh dan menggangung proses metabolisme tubuh”, kata dokter Departeman Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) FK UII ini.

Lebih lanjut dokter Sani menerangkan bahwa UU Jaminan Produk Halal memberikan garansi akan keamanan makanan, jasa dan proses produksi kepada seluruh stakeholder bukan hanya konsumen akan tetapi pada produsen dan distributor.

“Untuk dapat menerapkan UU tersebut diperlukan kerjasama lintas sektoral baik dari pemerintah maupun pihak swasta untuk bersama-sama mengawalnya agar dapat berjalan sesuai dengan semangat kolektif dalam memberikan perlindungan hukum pada masyarakat Indonesia”, ungkapnya.

Atas dasar itulah maka Pusat Study Halalan Thoyyiban Research and Education (HTREND) UII melakukan workshop manajemen pengolahan makanan halal bagi pengelola kantin seluruh UII agar dapat memberikan jaminan kepastian safety food bagi seluruh civitas akademika UII.

Pelatihan berlangsung  dengan menghadirkan Master of Training Prof. Dr. Ir. Umar Santoso M.Sc sebagai Wakil Direktur LPPOM MUI DIY dan auditor LPPOM MUI Pusat. Selain itu pembicara internal UII yaitu Rudi Syah Putra Ph.D dr. Sani Rachman Soleman M.Sc dan dr. Syaefudin Ali Akhmad M.Sc.

Sementara itu  Wakil Rektor I, Dr. Ing. Ir. Ilya Fajar Maharika MA, IAI dalam sambutannya menjelaskan bahwa UII adalah kawasan halal yang menjadi cita-cita bersama agar dapat diwujudkan. “Oleh karena itulah keberadaan HTREND UII sebagai pusat study sangat jelas perannya yaitu untuk merespon pentingnya konsep halal product bagi pengelola kantin sekitar kampus UII”, pesan dari  Wakil Rektor  I UII.

Dengan demikian cara atau upaya memberikan pendampingan dalam proses pembuatan makanan yang halal dan thoyyib tersebut, yang dimulai dari proses produksi hingga menjadi makanan jadi yang siap di konsumsi adalah dengan pembuatan panduan pengelolaan makanan halal dan thoyyib hingga sertifikasi ala HTREND UII, demikian sambutan Ilya Fajar Marika.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map