Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Pentingnya Sektor Ekonomi Kreatif bagi Perekonomian Indonesia PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Thursday, 07 April 2016

ImageSektor ekonomi kreatif memegang peran penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada tahun 2015 lalu, sektor ini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar 7,5 persen. Tahun sebelumnya, sektor ekonomi kreatif juga mampu menyerap 12 juta tenaga kerja dan menyumbang devisa bagi negara sebesar 5,8 persen. Hal ini dapat dimaklumi karena sektor ekonomi kreatif mencakup bisnis yang sangat luas, diantaranya periklanan, percetakan, penerbitan, pasar barang seni, kerajinan, desain, fesyen, musik, perfilman, software aplikasi, game, dan broadcasting.

Dalam rangka membahas mengenai permasalahan sektor ekonomi kreatif tersebut, Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Universitas Islam Indonesia (UII) hari ini (08/04) menyelenggarakan Seminar Nasional yang bertajuk Realisasi dan Relevansi Pembangunan Nasional di Tengah Pasar Bebas ASEAN sebagai bagian dari agenda kegiatan Forum Ekonomi Kreatif 2016.

Seminar yang digelar di Auditorium Abdul Kahar Muzakkir UII tersebut menghadirkan pembicara diantaranya Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), Dr. Teguh Sambodo (Staf Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan BAPPENAS), Ari Juliano Gema (Deputi Fasilitas HKI dan Regulasi Badan Ekonomi Kreatif), Ir. Wayan Dipta, M.Sc. (Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, KEMENKOP-UKM), Faisal Basri (Pengamat Ekonomi), Prof. Dr. M. Suyanto (Direktur Battle of Surabaya), Dhandy Laksono (Founder Watchdoc), dan Indraka Fadhlillah (CEO PT Aruna Nusantara/pasarlaut.com).

Salah satu pemateri yang juga sekaligus sebagai pengamat ekonomi, Faisal Basri, menyampaikan bahwa saat ini adalah eranya keterbukaan ekonomi, yaitu era dimana persentase ekspor-impor terhadap keseluruhan PDB semakin besar. “Namun di Indonesia unik, rasio keterbukaan ekonomi malah turun, padahal di negara lainnya mayoritas mengalami kenaikan,” ungkapnya.

Era keterbukaan ekonomi juga sejalan dengan diberlakukannya kesepakan Masyarakat Ekonomi ASEAN, dalam rangka menghadapi itu, Ganjar Pranowo menyebutkan bahwa Indonesia tidak perlu takut, sektor ekonomi kreatif bisa menjadi senjata andalan. Ia sampaikan: “Kita lihat kekuatan lawan (negara lain), kita ukur kekuatan kita sendiri (Indonesia), untuk bisa memenangkan pertumpuran di MEA ini.”




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map