Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Pemberdayaan Sektor Riil Melalui Pengembangan Keuangan Inklusif PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Tuesday, 12 April 2016

ImageIsu-isu sosial yang berkaitan dengan kemiskinan dan kesenjangan pendapatan masih menjadi perhatian banyak negara dan organisasi kerjasama regional-multilateral seperti G20, OECD, the World Bank, IMF, ADB dan ASEAN. Berbagai Kebijakan dirumuskan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Forum G20 untuk mengentaskan kemiskinan dan menurunkan disparitas pendapatan masyarakat adalah melalui sistem keuangan inklusif (financial inclusion). Sistem keuangan inklusif diharapkan mampu menciptakan efek multiplier, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran dan meningkatkan efektifitas program-program pengentasan kemiskinan. Keuangan inklusif tidak bisa dilihat secara sempit hanya dengan memperluas akses masyarakat terhadap sektor keuangan formal tetapi juga harus lebih didorong pada pemberian fasilitas kredit mikro baik bagi individu, maupun UMKM. Dengan kata lain sistem keuangan inklusif juga harus diarahkan untuk pengembangan sektor riil masyarakat. Sektor riil adalah ujung tombak pembangunan perekonomian nasional, karena sektor ini merupakan sektor yang paling mudah bersinggungan dengan masyarakat. Perlu dirumuskan strategi nasional dengan fokus dan porsi yang lebih besar kepada pemberdayaan sektor riil dengan menyediakan pembiayaan UMKM.

Hal diataslah yang melatarbelakangi Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Islam Indonesia menggandeng Program Studi Ekonomi Islam FEB Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU)  Jepara dan Program Studi Ilmu Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang menyelenggarakan Seminar Nasional dan Call For Paper dengan tema “Pemberdayaan Sektor Riil Melalui Pengembangan Keuangan Inklusif” pada Rabu 13 April 2016 di Hotel Sahid Jogja.

Seminar Nasional tersebut menghadirkan para pembicara Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec (Guru Besar Ilmu Ekonomi FE UII), Drs. Munrokhim Misanam, MA.Ec, Ph.D (Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia), Hasan, M.Sc. (Dosen FEB dan Ketua Koperasi UNWAHAS) dan Purwo Adi Wibowo, M.Sc. (Dosen FEB dan Ketua LPPM UNISNU).

Kegiatan Seminar Nasional dan Call For Paper yang diikuti 62 peserta berbagai perguruan tinggi ini  bertujuan untuk menyediakan forum untuk membahas persoalan pemberdayaan sektor riil secara umum dan secara khusus melalui pengembangan keuangan inklusif, memberikan sumbangsih kepada pengembangan khasanah pengetahuan dan membangun landasan pijak pemberdayaan sektor riil yang berdasarkan pada pengembangan keuangan inklusif.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map