Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Akses Pendidikan Tinggi Bagi Difabel Masih Perlu Perhatian PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Thursday, 14 April 2016

ImageIsu tentang pendidikan inklusif dewasa ini semakin sering diekspos dan menjadi perhatian bagi banyak praktisi pendidikan. Namun demikian, tidak sedikit dari lembaga pendidikan yang masih belum membumikan pendidikan inklusif. Hal ini dinilai sangat memengaruhi aksestabilitas penyandang disabilitas di lembaga pendidikan, termasuk perguruan tinggi.

Bermula dari pemikiran tersebut, Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (FIAI UII) menggelar acara bedah buku “Aksestabilitas Penyandang Disabilitas Terhadap Perguruan Tinggi” karya alumninya yang juga seorang penyandang disabilitas, Dr. Ahmad Sholeh, MSI. Acara yang juga dalam rangka Milad ke-73 UII ini digelar di Gedung Perpustakaan Pusat UII, Kamis (14/4). Turut hadir pada acara bedah buku, Kasubdit Bidang Akademik Kemenag RI, Dr. Mohammad Zen, Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc., Dekan FIAI UII, Tamyiz Muharram, Ph.D., Dosen STAIN Surakarta, Dr. Lukman Fauroni, serta Ketua Panitia Milad ke-73 UII, Priyonggo Suseno, MSc.

Disampaikan Dr. Harsoyo dalam sambutannya, isu tentang pemerataan pendidikan telah mengalami pergeseran, di mana akses pendidikan tidak hanya diupayakan untuk kaum ekonomi lemah dan marjinal. Lebih dari itu, terbukanya akses pendidikan tinggi juga perlu diperjuangkan bagi yang memiliki kebutuhan khusus (difabel). “Jika kita mengacu pada Permendiknas No. 70, Tahun 2009, Pasal 1 di sana disebutkan dengan jelas tentang amanat untuk menyelenggarakan pendidikan yang ramah bagi difabel,” Dr. Harsoyo menuturkan.

Dalam aturan tersebut seperti dipaparkan Dr. Harsoyo, pendidikan inklusi merupakan sebuah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya.

Lebih lanjut disampaikan Dr. Harsoyo, tantangan untuk mewujudkan pendidikan yang ramah bagi difabel saat ini juga tengah dihadapi oleh kalangan pendidikan tinggi. Menurut Dr. Harsoyo, jika kita identifikasi, masih banyak hal yang perlu diperbaiki dari sistem pendidikan, sarana prasarana, dan hal-hal lain yang ada di perguruan tinggi sehingga ramah bagi keberadaan kaum difabel. Dicontohkan Dr. Harsoyo, dalam proses pembelajaran, perlu penyesuaian agar materi yang disampaikan dapat ditangkap oleh mahasiswa difabel.

Isu pendidikan ramah difabel di perguruan tinggi menurut Dr. Harsoyo seyogianya tidak berhenti pada tataran diskusi ilmiah semata. Namun hal ini membutuhkan perhatian dari segenap pihak agar perguruan tinggi memiliki arahan yang jelas dan produk kebijakan yang mengakomodasi pendidikan difabel.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map