Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Potensi Pengembangan Obat Herbal di Indonesia Sangat Menjanjikan PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Friday, 22 April 2016

ImagePermintaan akan obat sampai saat ini dinilai masih sangat tinggi bahkan tampak semakin meningkat. Permintaan ini tidak hanya pada ketersedian pada obat kimia, namun juga permintaan akan obat herbal yang semakin hari semakin diminati. Hal tersebut disampaikan Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. saat membuka Seminar Nasional Obat Herbal Indonesia 2016 (OHI 2016) dengan tema Peran Obat Herbal Sebagai Antimikroba, Kini dan Masa Datang, di Jogja Plaza Hotel Yogyakarta, Jum'at (22/4).

Diselenggarakannya seminar nasional OHI 2016 ini diinisiasi oleh Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UII dan berlangsung selama dua hari. Hadir sebagai pembicara antara lain Prof. Madya, Dra. Meinarwati, Apt. M.Kes., Drs. Ondri Dwi Sampurno, M.Si., Apt., Dr. Jalifah Latip, Prof. Gemini Alam, M.Si., Apt., Dr.rer.nat. Triana Hertiani, M.Si., Apt. dan Dr. dr. Farida Juliantina Rachmawaty, M.Kes., Sp.PK.

Disampaikan Dr. Harsoyo, masyarakat menilai obat herbal lebih aman dikonsumsi dengan efek samping yang lebih rendah. Tidak sedikit masyarakat beranggapan khasiat dari obat herbal hampir sama dengan obat kimia. Selain itu, dengan harga yang lebih terjangkau obat herbal menjadi pilihan terutama bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah.

Namun demikian seperti dituturkan Dr.Harsoyo, penggunaan obat herbal juga dapat berbahaya bagi tubuh bilamana dikonsumsi tidak sesuai dengan dosis. Karena tidak semua obat herbal yang sama dapat bermanfaat untuk orang lain dengan penyakit yang sama. Oleh karenanya potensi obat herbal ini perlu untuk dikaji dan dibuktikan secara ilmiah serta ditingkatkan kualitasnya.

Lebih lanjut disampaikan Dr. Harsoyo, sejauh ini potensi pengembangan obat herbal di Indonesia sendiri sejatinya sangat menjanjikan, mengingat ketersedian sumber bahan baku yang melimpah. "Kita ketahui Indonesia merupakan negara subur dengan keanekaragaman hayati nomor dua di dunia, bahkan jika ditambahkan dengan biota laut maka Indonesia menempati peringkat pertama dunia,"paparnya.

Pemanfaatan pengobatan melalui obat herbal sejauh ini menurut Dr. Harsoyo juga telah memperoleh dukungan dari pemerintah melalui Kemenkes RI. No 1109 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Pengobatan Komplementer-Alternatif di Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Kemenkes RI. No.121/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Medik Herbal.

Senada, Dr. dr. Farida Juliantina yang juga selaku ketua panitia seminar nasional OHI 2016 menuturkan, terdapat potensi besar untuk membengun obat herbal di Indonesia mengingat kecenderungan sebagian masyarakat menggunakan obat herbal untuk mengobati penyakitnya. Namun demikian menurutnya masih banyak yang beranggapan bahwa obat herbal ini tanpa efek samping. "Di sisi lain masyarakat masih memilih obat herbal dari luar negeri dengan harga yang mahal padahal bahan dasarnya banyak ditemukan di Indonasia," paparnya.

Disampaikan Dr. dr. Farida Juliantina, dengan diselenggarakannya seminar nasional OHI 2016 diharapkan dapat menjadi pertemuan antara peneliti, praktisi medis, industri dan masyarakat untuk dapat menjalin kerjasama lebih lanjut, memberikan informasi yang benar sehingga nantinya dapat menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia maupun masyarakat dunia.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map