Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Angkat Desertasi Tentang Pencatatan Perkawinan, Umi Kulsum Raih Gelar Doktor di UII PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Tuesday, 26 April 2016

ImageUndang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan khususnya Pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) tidak merupakan satu kesatuan yang utuh, di satu sisi ayat (1) yang berbunyi “Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum menurut masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu” yang berarti sebuah kewajiban, dan ayat (2) yang berbunyi “Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-perundangan yang berlaku” Penyimpangan berupa nikah siri dalam praktek perkawinan di Indonesia. Sebagai sebuah peraturan, seharusnya kedua ayat tersebut merupakan suatu kesatuan yang utuh.

Hal tersebut melatarbelakangi penelitian Desertasi Umi Kulsum yang diuji dalam Sidang Promosi Doktor Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) pada hari Sabtu (23/4). Dalam ujian terbuka yang berlangsung selama sekitar 3 jam tersebut Umi Kulsum menjelaskan bahwa penyebab timbulnya masalah dalam hal keharusan pencatatan perkawinan dikarenakan secara eksplisit tidak ditemukan dalam al-Qur’an, Hadist maupun teks fiqih dan dilihat dari sejarah pembentukannya perumusan Pasal seperti itu sudah capaian maksimal.

Ia menuturkan, berdasarkan teori perundang-undangan yaitu teori harmonisasi, maka antara pasal 2 ayat (1) dan (2) Undang-undang Perkawinan tidaklah harmonis karena tidak merupakan satu kesatuan yang utuh. “Undang-undang Perkawinan tidak memiliki asas kekuatan mengikat karena tidak ada ketentuan sanksi bagi yang melanggar.” Papar Umi Kulsum.

Di samping itu, argumentasi hukum agar tercipta harmonisasi antara Pasal 2 ayat (1) dan (2) Undang-undang Perkawinan, berdasarkan teori hukum Islam, yaitu teori dalalat an-Nas/Mafhum muwafaqah, dalalat isyarat an-nas, qiyas, maqashid syariah dan maslahah mursalah serta teori hukum positif, yaitu teori pejanjian, teori pembuktian, dan teori penafsiran hukum, harmonisasi hukum anatar Pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) dapat dicapai. “Dengan demikian, pencatatan perkawinan merupakan keharusan dan satu kesatuan sebagai syarat sah perkawinan yang sama-sama harus dipenuhi dalam pelaksanaan perkawinan.” Ujarnya.

Berkat penelitiaanya tersebut Umi Kulsum berhak menyandang gelar Doktor dan menjadi doktor yang ke 8 yang diluluskan oleh Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Agama Islam UII.

 




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map