Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Kitab Karya Ulama Klasik Harus Dijaga Keasliannya PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Monday, 02 May 2016

ImageSalah satu sumber pengetahuan umat Islam saat ini adalah kitab-kitab terpercaya (al-kutub al-mu’tabarah) yang dikarang para ulama’ pada zaman dahulu. Otentisitas dan orisinalitas kitab tersebut menjadi penting dalam konteks kajian ilmuan. Sebab kitab-kitab tersebut menjadi bahan rujukan di berbagai pusat pendidikan Islam, seperti pondok pesantren. Sayangnya, isu yang berkembang adalah ada beberapa kitab yang sebagian isinya sudah diubah, dihapus, atau dihilangkan (tahriif) oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Demikian isu yang mengemuka dalam Seminar Nasional dengan tema ‘Apakah Benar Ada Isu Pemalsuan Kitab/Tahrif?’. Seminar ini diadakan oleh lembaga, El-Meddica Fakultas Kedokteran (FK) di Auditorium FK UII Lantai 1, Ahad 23 Rajab 1437 H/01 Mei 2016.

Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc dalam sambutannya mengatakan bahwa kajian agama adalah kebutuhan semua fakultas di UII. Sebab agama selaiknya diintegrasikan dalam setiap kajian keilmuan. “Semoga kajian yang menarik ini juga akan diikuti oleh fakultas lain di lingkungan UII,” tuturnya. Dalam kesempatan tersebut, Harsoyo juga mengingatkan bahwa agama akan rusak bila ulama’nya menyimpang.

Sementara itu, hadir sebagai narasumber seminar KH. Thobary Syadzily (Pengasuh Pondok Pesantren al-Husna Tangerang). Dalam seminar tersebut, dia menyampaikan tentang ‘Tahrif Kitab Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dan Tahrif Kitas ash-Shawi’. KH. Thobary Syadzily mengungkapkan bahwa ada beberapa kitab yang diterbitkan penerbit tertentu yang sudah tidak asli. Misalnya al-Ghunyah karangan Syeikh Abdul Qaadir al-Jailani, dan beberapa kita lain.

KH. Thobary Syadzily juga mengingatkan kepada peserta yang hadir bahwa belajar itu harus jelas sumbernya dan runtut khususnya dalam masalah ilmu tauhid. Sebelumnya KH. Dr. Tengku Zulkarnain (Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia [MUI]) yang menyampaikan materinya via video conference dari Kalimantan Timur menyampaikan hal serupa. Baginya, tradisi orisinalitas harus dijaga oleh umat Islam. Pemalsuan kitab adalah bukti ketidakjujuran ilmiah.

Narasumber lain, Drs. Asmuni Mth, MA (Dosen Tetap Program Studi Hukum Islam). Asmuni mengatakan bahwa baginya kalau sudah kitab kuning berarti terpercaya. Namun dengan adanya isu pemalsuan kitab menjadi lain ceritanya. “(Ternyata) tidak semua yang kuning itu kredibel,” tuturnya. Lebih lanjut dia menyatakan bahwa dalam konteks akademis isu pemalsuan kitab tersebut perlu kajian komprehensif.

Narasumber terakhir dalam acara ini dr. Syaefuddin Ali Akhmad, M.Sc., CHRM (Wakil Dekan FK UII) mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi membawa dampak yang luar biasa. Jangankan kitab, informasi via media sosial (medsos) bisa diubah-ubah sesuai kepentingan. Menurutnya, ada ilmuan yang pernah mengatakan dalam risetnya bahwa vaksin itu berbahaya sehingga muncul gerakan anti vaksinasi.

Sayangnya di kemudian hari riset itu terbukti salah. Dampaknya ilmuan dimaksud diberi hukuman dengan dicabut gelar akademiknya dan hukuman lain. “Kalau untuk urusan dunia saja ditindak maka untuk urusan akhirat (pemalsuan kitab) lebih pantas untuk ditindak,” tutur Syaefuddin yang mengetengahkan materi tentang ‘Aspek Bioetik Publikasi dan Penerbitan Kitab dan Isu Tahrif Kitab Kedokteran Nabi Sehingga Muncul Gerakan Kontra Vaksinasi’.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map