Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Live di UII, Suara Rakyat tvOne Bahas Kepemimpinan Indonesia Masa Depan PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Tuesday, 03 May 2016

ImageSejak era reformasi bergulir, masyarakat Indonesia semakin terbuka dalam memilih kriteria seorang pemimpin. Masyarakat tidak lagi memilih pemimpin berdasarkan patokan etnis. Pemimpin tidak harus berasal dari golongan etnis tertentu. Justru yang mendapat perhatian masyarakat adalah kapabilitas kepemimpinan, kualitas, dan gaya kepemimpinan dari calon pemimpin. Masyarakat juga menginginkan pemimpin yang peduli pada kesejahteraan rakyat, sederhana, dan serius dalam memberantas korupsi.

Demikian pandangan yang mengemuka dalam program Suara Rakyat yang disiarkan oleh tvOne secara live di Auditorium Kahar Muzakkir, kampus terpadu UII pada Senin malam (2/5). Pandangan masyarakat tersebut dihimpun dari berbagai hasil survei yang dilansir oleh lembaga survei Indo Barometer. Ketiga narasumber yang tampil dalam acara ini, yaitu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedy Mizwar, dan budayawan, Prie GS.

Sivitas akademika UII yang terdiri dari mahasiswa dan dosen nampak antusias memadati gedung auditorium untuk melihat langsung acara yang dipandu oleh Effendi Gazali dan Muhammad Qodari itu. Setidaknya terdapat lebih dari 1.200 peserta yang mengikuti siaran live di Auditorium UII.

Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc menyambut baik penyelenggaraan acara Suara Rakyat tvOne di kampus UII. Menurutnya, acara ini sangat bagus untuk memantik kesadaran sivitas akademika tentang isu-isu nasional yang memiliki ikatan emosional bagi masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menilai bahwa dalam menentukan isu kepemimpinan, masyarakat sudah semakin dinamis dan terbuka. Anggapan bahwa kepempinan bersifat Jawa sentris memang masih mewarnai preferensi memilih. Namun hal ini diyakininya akan semakin luntur dengan munculnya kandidat pemimpin berkualitas dari beragam suku yang ada di Indonesia. Ia berpendapat, pemimpin yang pintar melihat selera masyarakat akan mudah dalam meraih simpati.

Sementara, Dedy Mizwar lebih menekankan bahwa sebagai bangsa yang menjunjung nilai agama, hendaknya juga melihat tingkah laku dan budi pekerti calon pemimpin. Sebab ia meyakini pemimpin yang berperilaku jujur dan berintegritas akan membawa keberkahan bagi rakyat yang dipimpinnya. “Kalau saya ingin jadi presiden, gampang, dalam waktu enam bulan bisa. Tinggal bikin film saja”, kelakar artis kawakan nasional itu.

Sedangkan budayawan Prie GS mengatakan kepemimpinan berbasis nilai sekarang menjadi acuan masyarakat dalam memilih pemimpin. Ia juga menyebut pemolesan citra pemimpin yang kerap ditampilkan di media massa turut mempengaruhi preferensi masyarakat.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map