Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Dosen UII Raih Best Arabic Paper di Konferensi Internasional Malaysia PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Friday, 13 May 2016

ImageDosen UII terus berupaya mengukir prestasi akademik di berbagai ajang konferensi internasional. Sebagaimana ditunjukkan oleh Dr. Muhammad Roy Purwanto, S.Ag., M.Ag., dosen Program Studi Hukum Islam (PSHI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII. Sosok pengajar yang akrab disapa Ustadz Roy ini berhasil meraih penghargaan Best Arabic Paper dalam ajang Kuala Lumpur International Islamic Studies and Civilizations Conference (KLIISC). Konferensi tersebut digelar di Hotel Putra, Kuala Lumpur, Sabtu-Ahad, 7-8 Mei 2016.

Dalam konferensi tersebut Roy Purwanto mempresentasikan paper berjudul “Muqaaranatu Qawaaniin al-Usrah fii Tuunis wa Induunisiyyaa wa as-Su’uudiyyah haula Ta’addud az-Zaujah” (Perbandingan Hukum Keluarga di Tunisia, Indonesia, dan Saudi Arabia tentang Poligami). Makalah Roy Purwanto itu kemudian terpilih sebagai “Best Arabic Paper”.

“Panitia menilai makalah saya menarik karena membandingkan hukum keluarga di 3 negara Islam dan kaya referensi,” tuturnya saat ditanya alasan panitia memilih makalahnya sebagai yang terbaik.

“Harapannya dosen-dosen UII semakin rajin dalam mengeluarkan publikasi internasional untuk mengenalkan riset dan UII di kancah internasional,” tambah Ustadz Roy yang melakukan risetnya dengan Dr. Tamyiz Mukharrom, MA.

Turut serta menjadi presenter dalam KLIISC, Drs. Yusdani, M.Ag. Yusdani yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pusat Studi Islam (PSI) UII memaparkan tentang “The Life of Javanese Moslems in Sathorn Bangkok Thailand”.

“Komunitas muslim Jawa di Sathorn Bangkok merupakan contoh kehidupan minoritas muslim yang sukses karena mereka tetap muslim. Diterima sebagai warga Thailand dan tetap memelihara tradisi Jawa,” tutur Yusdani yang melakukan risetnya bersama dengan Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Sc., dan Muhammad Jauharul Maknun.

Saat ini komunitas Muslim Sathorn adalah generasi ketiga diaspora muslim Indonesia yang berasal dari Kendal, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Salah satu keluarga yang berperan dalam pemeliharaan tradisi Islam di sana adalah keturunan Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Anak cucu beliau yang bernama Winai Dahlan, bahkan menjadi kepala lembaga Halal Science Centre (HSC) di Chulalongkorn University Thailand. Yusdani berharap tema yang diangkatnya tentang muslim minoritas menjadi kajian yang menarik bagi para peserta konferensi.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map