Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Mahasiswa UII Teliti Potensi Daun Kersen Sebagai Obat Kanker Kolorektal PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Tuesday, 17 May 2016

Image
blogspot.com
Tanaman kersen selama ini dikenal sebagai tanaman jalanan yang buahnya banyak digemari anak-anak. Tanaman ini mudah tumbuh dan ditemukan di berbagai wilayah Indonesia. Namun di balik keumumannya tersebut, ternyata tanaman kersen memiliki potensi sebagai obat kanker. Ekstrak daun tanaman ini yang kaya dengan senyawa flavonoid dipercaya ampuh menghambat pertumbuhan sel kanker. Sekelompok mahasiswa UII terpantik meneliti potensi daun kersen tersebut untuk mengembangkan obat bagi penyakit kanker kolorektal.

“Prevelansi kejadian kanker kolorektal setiap tahunnya terus mengalami peningkatan yang mengkhawatirkan. Kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau pada rektum ini menempati urutan ke-3 kanker terbanyak di dunia”, ungkap Kiki Faradina Ardiyanti, mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UII yang terlibat dalam penelitian itu. Ia menambahkan bahwa menurut data WHO, sekitar 608.000 orang di dunia meninggal akibat kanker kolorektal.

Berangkat dari hal itu, ia kemudian melakukan penelitian bersama dua orang mahasiswa Farmasi UII Eka Rahma Islamianti dan Pipin Meydhayanti serta dua orang mahasiswa FK UII lainnya, Destika Purnamasari dan Yoanda Aniska.

Untuk melakukan penelitian itu, ia harus melewati beberapa tahapan yang tidak mudah. Pertama yakni memperoleh sel kanker kolon WiDR yang kemudian diperbanyak sebagai bahan pengujian. Selanjutnya, tantangan lain adalah memperoleh bahan berupa daun tanaman kersen yang nantinya akan diekstrak. “Daun kersen yang kami gunakan diperoleh secara khusus dari petani yang memang membudidayakan tanaman itu untuk obat herbal. Jadi tidak sembarangan”, katanya.

Proses ekstraksi sendiri diawali dengan cara mengeringkan daun kersen dalam suhu tertentu. Kemudian direndam dalam larutan metanol selama beberapa waktu dan diuapkan. Dari sinilah tercipta ekstrak daun kersen yang kemudian diencerkan sehingga siap diujikan pada sel kanker di laboratorium.

Meskipun masih berada pada tataran uji laboratorium, Kiki Faradina Ardiyanti optimis penelitian ini dapat membantu upaya pengembangan obat terapi kanker yang berasal dari ekstrak daun kersen. Tahap akhir dari penelitiannya adalah menemukan formula ekstrak daun kersen yang paling efektif dalam menghambat pembelahan sel kanker yang diujinya.

“Berdasarkan referensi dari penelitian para peneliti sebelumnya, fungsi utama dari ekstrak daun kersen adalah menghambat pembelahan sel-sel kanker. Senyawa flavonoid khususnya ditemukan memiliki peran penting dalam memodulasi jalur Wnt-β Catenin yang berperan pada terjadinya kanker kolorektal”, pungkasnya.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map