Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Upaya Penyatuan Kalender Hijriah Menuju Peradaban Islam Rahmatan Lil Alamin PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Friday, 20 May 2016

ImagePerbedaan pendapat mengenai penentuan tanggal 1 Ramadhan dan 1 Syawal di Indonesia sudah terjadi sejak lama. Hal ini muncul karena adanya perbedaan metode penentuan, secara garis besar yang pertama menggunakan rukyat (melihat langsung posisi bulan) dan yang kedua menggunakan hisab (perhitungan kalender). Apabila perbedaan ini dibiarkan begitu saja maka umat Islam di Indonesia selamanya akan terus menerus mendebatkan hal ini tanpa mencari jalan keluarnya.

Berkenaan dengan hal itu, Universitas Islam Indonesia (UII) melalui Pusat Studi Islam (PSI) memandang penting adanya upaya penyatuan kalender hijriah, agar kedepan umat Islam bisa fokus membangun peradaban. Bukan hanya memperdebatkan perbedaan-perbedaan pendapat yang terus muncul setiap tahunnya. Upaya penyatuan kalender hijriah kali ini merupakan salah satu hasil implementasi dari visi UII yaitu untuk menjadi rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil alamin).

Demikian seperti yang disampaikan Wakil Rektor III UII Dr. Abdul Jamil, SH., MH., ketika membuka acara seminar nasional ‘Seri Tadarus Ke 2: Upaya Penyatuan Kalender Hijriah untuk Peradaban Islam Rahmatan Lil Alamin’, Rabu-Kamis (18-19/05). Seminar nasional yang digelar di Ruang Audiovisual Lantai 2 Perpustakaan Pusat UII tersebut mengundang bebeberapa pembicara dari berbagai instansi diantaranya; Dr. Ing. Ilya Fadjar Maharika, MA., IAI., Dr. Suwarsono Muhamad, Drs. Teuku Amirudin, Prof. Dr. Syamsul Anwar, MA., Drs. KH. Muhyidin, MA., Dr. Thomas Djamaluddin, Prof. Dr. Machasin, MA., Priyonggo Suseno, SE., M.Sc., Drs. H. Shofwan Jannah, M.Ag., Drs. Yusdani, M.Ag., Edi Safitri, MSI., Dr. Ahmad Izzudin, M.Ag., Prof. Dr. Susikan Azhari, MA., dan Drs. H. Asmuni, MA.

Salah satu pemateri, Samsul Anwar, mengatakan bahwa unifikasi kalender umat Islam adalah hutang dan tuntutan peradaban, mengingat ‘usia’ Islam sudah cukup panjang tetapi belum mampu membuat sistem kalender unifikatif yang akurat dan syar’i. “Ketiadaan kalender pemersatu dan keharusan kita untuk mewujudkannya inilah yang kita sebut sebagai hutang dan tuntutan peradaban, harus kita bayar segera,” ungkapnya.

Sementara itu pemateri lainnya, Ilya Fadjar yang juga sekaligus sebagai Wakil Rektor I UII, menjelaskan bahwa sejarah perkembangan dunia tidak terlepas dari ruang dan waktu sebagai pondasi utama terbangunnya peradaban. Ilya Fadjar juga menyampaikan bahwa Di Barat, peradaban mereka dibangun dari mekanisme disembedding (pemisahan ruang dan waktu), sehingga dari situ dihasilkan waktu global yang disepakati dunia.

“Sementara di dunia Islam, kita masih sering terbentur pada dualisme oposisional antara hisab dan rukyat, kita perlu segera mereposisi keduanya agar dapat membangun sistem waktu yang diakui global sebagai sebuah intrumen untuk membentuk organisasi sosial yang juga bersifat global,” pungkasnya.

Dari hasil seminar nasional tersebut PSI UII memberikan rekomendasi bahwa upaya penyatuan kalender hijriah ini membutuhkan usaha yang lebih serius lagi, baik dari kalangan organisasi masyarakat, pemerintah, dan perguruan tinggi Islam terutama di tingkat Nasional dan Internasional.

Materi lengkap Seminar Nasional bisa di download DISINI




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map