Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Mahasiswa UII Dorong Warga Sekitar Obyek Sri Gethuk Kuasai Bahasa Inggris PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Tuesday, 24 May 2016

Image
Aktifitas pelatihan Bahasa Inggris yang diikuti warga Sri Gethuk
Semakin berkembangnya industri pariwisata di provinsi DIY membawa berkah tersendiri bagi masyarakat yang hidup di sekitar obyek wisata. Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata sedikit banyak turut mengangkat derajat perekonomian masyarakat sekitar. Salah satunya yakni wisata air terjun alam Sri Gethuk yang terletak Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul. Keindahan alam dan eksotisme air terjun Sri Gethuk telah menyedot kunjungan ribuan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Terlebih obyek wisata ini semakin dikenal di kalangan turis asing pasca menjadi tempat syuting salah satu film produksi Hollywood berjudul "Beyond Skyline".

Namun di balik perubahan ini terdapat tantangan yang kurang mendapat perhatian dari warga pengelola obyek wisata. Salah satunya yakni kemampuan untuk memberikan pelayanan maksimal bagi para wisatawan asing. Kendala utama yang dihadapi tidak lain adalah masih minimnya kemampuan Bahasa asing yang dikuasai oleh para pengelola. Hal ini menyebabkan terbatasnya komunikasi antara turis asing dan warga pengelola obyek wisata sehingga mereka tidak dapat memberi pelayanan maksimal.

Sebagaimana disampaikan Ahmad Rifai, mahasiswa Fakultas Ekonomi UII yang saat ini intens mendekati warga pengelola air terjun Sri Gethuk untuk mahir menguasai Bahasa Inggris. “Kami banyak berbincang-bincang dengan warga sekitar. Kebanyakan mereka mengaku kesulitan berkomunikasi dengan turis asing sehingga seringnya ya hanya memakai bahasa isyarat”, tuturnya. Padahal kunjungan turis asing ke sana terus bertambah dari waktu ke waktu.

Dari sinilah ia kemudian terpantik untuk merangkul warga Sri Gethuk dalam mengadakan program pelatihan Bahasa Inggris yang bersifat kontinyu. Menurutnya, hal ini sangat penting dan mendesak, terlebih Indonesia sudah masuk dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN yang turut berimbas pada sektor pariwisata lokal.

Sebelumnya mereka telah melakukan sosialisasi program bersama warga yang ternyata disambut dengan tangan terbuka. Hal ini karena kesadaran warga sekitar yang sudah cukup tinggi tentang pentingnya menguasai bahasa asing.

“Sasaran kami adalah warga yang bersentuhan langsung dengan industri pariwisata Sri Gethuk seperti petugas security, petugas loket, tour guide, tukang parkir, dan pedagang di sekitar obyek wisata. Menurut data kami, jumlahnya mencapai 70 orang”, tambah Ahmad Rifai.

Bersama tiga orang rekannya, Ryan Setya Budi, Olina Vidia Insani, dan Muhammad Fathun, mereka kemudian mulai mengadakan pelatihan Bahasa Inggris dengan frekuensi 2 kali dalam satu minggu. Pelatihan itu dilangsungkan di balai warga setempat. “Ada tiga tahap pelatihan yang ingin kami berikan, yakni pelatihan berbicara (speaking), pelatihan mendengar (listening), dan praktek langsung berbicara dengan turis asing. Alhamdulillah respon warga cukup positif selama ini”, katanya.

Ahmad Rifai berharap semangat warga Sri Gethuk untuk belajar Bahasa Inggris ini dapat menghantarkan mereka untuk benar-benar mahir menguasainya. Dengan demikian warga tak perlu canggung lagi manakala berkomunikasi dengan turis asing yang sering berkunjung ke obyek Sri Gethuk. Sehingga mereka pun dapat lebih baik lagi dalam melayani kebutuhan para turis asing tersebut.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map