Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Peradaban Tiongkok dan Nusantara Memiliki Silang Ikatan Satu Sama Lain PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Thursday, 26 May 2016

ImagePeradaban Tiongkok yang tumbuh di kawasan Asia Timur memiliki catatan sejarah yang panjang. Bangsa yang dulu dikenal dengan sistem pemerintahan dinasti ini memiliki jaringan interaksi yang luas dengan berbagai bangsa Asia lainnya. Salah satunya dengan suku-suku bangsa di Indonesia yang dulu dikenal dengan sebutan nusantara. Hubungan yang diawali dari jaringan perdagangan itu rupanya juga melahirkan ikatan-ikatan lainnya, seperti budaya, adat-istiadat, sistem kepercayaan, dan pendidikan. Oleh karena itu, kebangkitan kembali Tiongkok sebagai kekuatan ekonomi politik hendaknya tidak dipandang sebagai ancaman namun sebagai peluang.

Sebagaimana tergambar dalam diskusi dan bedah buku yang mengangkat tema “Historical Asia : China” yang berlangsung di Gedung Unishop UII pada Kamis (26/5). Diskusi yang terselenggara atas kerjasama antara Direktorat Pemasaran, Kerjasama, dan Alumni UII dengan Periplus ini menghadirkan dua orang narasumber. Narasumber tersebut yakni Henry Simarmata dari 1001 Indonesia dan Wakil Rektor I UII, Dr.-Ing. Ilya F. Maharika, MA.

Wakil Rektor III UII, Dr. Abdul Jamil, SH, MH dalam sambutannya mengatakan sivitas akademika hendaknya juga terus mengikuti perkembangan dinamika global, seperti fenomena kebangkitan Tiongkok sebagai kekuatan ekonomi politik. “Beberapa negara di kawasan Asia yang kini tengah disorot karena pesatnya perkembangan ekonominya selain Tiongkok, antara lain India, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Indonesia”, tambahnya. Ia berkomitmen UII akan senantiasa mendorong terselenggaranya acara-acara semacam ini sehingga dapat menambah wawasan yang lebih luas tentang dinamika yang berkembang di luar kampus.

Sedangkan Henry Simarmata dari 1001 menjelaskan silang ikatan antara Tiongkok dan Nusantara tidak bisa dilepaskan dari karakter kebudayaan maritim yang mendominasi kawasan Asia. “Puncak eksplorasi kemaritiman Tiongkok adalah pada masa Laksamana Cheng Ho yang mengadakan perjalanan lintas benua. Beliau sempat tinggal cukup lama di kawasan nusantara dan menyinggahi beberapa tempat seperti Semarang dan Jayakarta”, ungkapnya.

Menurutnya, Cheng Ho dapat diterima karena simbol-simbol identitas yang dibawanya juga dimiliki oleh beberapa suku bangsa di Nusantara. Seperti diketahui, Cheng Ho berasal dari etnis Hui yang beragama Islam. Saat ini, Tiongkok nampak mulai membangun kembali kekuatan maritimnya yang ditandai dengan meningkatnya peran negara itu di kawasan Laut China Selatan.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map