Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Inovasi dan Efisiensi Produksi Jadi Kunci Kemajuan UMKM PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Tuesday, 31 May 2016

ImageSemakin berkembangnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menghasilkan aneka produk makanan ringan dan minuman kesehatan turut meningkatkan perekonomian warga di Desa Kaliwanglu, Pakem, Sleman. Produk makanan ringan UMKM yang dihasilkan di desa itu, seperti  nugget ikan, krupuk daging lele, kripik jamur, minyak VCO, dan jamu, telah menjadi komoditas bernilai jual yang membantu perekonomian warga. Di bawah payung paguyuban Darmakarya, warga desa cukup produktif dalam merintis dan mengembangkan industri pengolahan makanan ringan.

Hal ini patut mendapat respon sehingga produk-produk warga tersebut dapat semakin maju dan berkualitas. Inovasi dan efisiensi produksi menjadi kunci yang perlu ditanamkan kepada warga pengelola UMKM untuk dapat bertahan di tengah persaingan.

Pengetahuan inilah yang ingin disosialisasikan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UII lewat program pendampingan kepada UMKM yang ada di Desa Kaliwanglu, Pakem, Sleman tersebut. Pendampingan berupa sosialisasi tentang pentingnya inovasi dan efisiensi produksi itu berlangsung di rumah salah seorang warga Kaliwanglu pada Senin siang (30/5). Hadir sebagai narasumber Wakil Rektor II UII, Dr. Nur Feriyanto, M.Si beserta Kepala Pusat KKN UII, Dr. Unggul Priyadi, M.Si dan dosen UII, Dr. Sahabudin Sidiq, MA.

Dr. Nur Feriyanto, M.Si ketika berbincang-bincang dengan warga menyampaikan pentingnya efisiensi bahan-bahan selama proses produksi. Hal ini penting untuk semakin meningkatkan kualitas produk. “Sebagai contoh ketika memproduksi krupuk ikan lele, meski kulitnya tidak dipakai, namun sebenarnya bisa diolah kembali menjadi produk lain yang juga memiliki nilai jual. Hal ini dalam rangka memaksimalkan pemanfaatan bahan habis pakai”, ujarnya.

Pada sesi diskusi, salah seorang warga pengelola UMKM, Ibu Etik, sempat mengutarakan kesulitannya dalam memasarkan produk. Hal ini mendapat respon bahwa warga sebenarnya dapat pula memasarkan sebagian produknya ke kantin-kantin yang ada di lingkungan UII. Terlebih jumlah mahasiswa UII yang ada di kampus terpadu terbilang cukup besar sehingga dapat menjadi pasar potensial. Tentunya perlu terjalin sinergi yang baik di antara warga pengelola UMKM dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan di UII.

Sementara Dr. Unggul Priyadi, M.Si mengatakan DPPM UII telah proaktif memberikan pendampingan bagi UMKM Desa Kaliwanglu. Menurutnya, inisiatif untuk menjalin kerjasama dengan warga telah dimulai sejak tahun 2014. Sejak saat itu DPPM UII secara rutin memberikan program pemberdayaan masyarakat yang secara khusus menyasar pengembangan sektor UMKM di desa itu. DPPM UII juga menggandeng mitra Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Perdagangan Sleman untuk turut memajukan usaha yang dirintis oleh masayarakat ini.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map