Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Novel Api Tauhid, Saksi Perjuangan Ulama Melawan Sekulerisme PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Thursday, 09 June 2016

ImageMenjelang berakhirnya masa Kekhilafahan Turki Usmani, gelombang perubahan baru yang membawa ideologi sekulerisme semakin mendapat angin di Turki. Secara ekstrem, rezim penguasa baru mulai menerapkan kebijakan-kebijakan yang menekan tradisi keagamaan masyarakat, khususnya umat Islam. Adzan dilarang dikumandangkan dalam Bahasa Arab, pengajaran Al-Qur’an dihentikan, dan nilai-nilai sekulerisme semakin ditanamkan di benak generasi muda. Di tengah situasi tersebut, muncul ulama kharismatik yang mencoba menentang kebijakan represif penguasa Turki. Said Nursi Bediuzzaman, sang tokoh ulama tersebut melawannya tidak dengan senjata namun dengan ilmu yang dituliskannya dan disebarkan kepada semua pengikutnya.

Demikian penggalan kisah novel “Api Tauhid”, sebagaimana disampaikan oleh penulisnya, Habiburrahman El Shirazy ketika menjadi pembicara dalam acara Bedah Buku Menjelang Berbuka yang diadakan di pelataran Masjid Ulil Albab UII, Rabu (8/6). Buku yang dibahas merupakan salah satu karya best seller Habiburrahman El Shirazy di samping novel Ketika Cinta Bertasbih dan Ayat-Ayat Cinta. Acara ini banyak dihadiri oleh para mahasiswa UII sembari menunggu waktu berbuka.

Diungkapkan Habiburrahman El Shirazy, novel yang ditulisnya kali ini lebih bernuansa sejarah dengan mengetengahkan latar pada masa menjelang runtuhnya Turki Usmani. “Novel ini memang kental dengan sejarah namun jangan khawatir karena disajikan secara ringan dan dibumbui dengan kisah roman sehingga tetap cocok dibaca kalangan muda”, ungkapnya.

Dalam novelnya, Habiburrahman El Shirazy mengangkat perjuangan seorang ulama yang disegani di masa akhir Turki, yakni Said Nursi Bediuzzaman. Beliau dikenal sebagai ulama brilian yang memiliki kemampuan daya ingat tinggi. Di samping itu, salah satu kontribusinya yang nyata bagi umat Islam di Turki adalah upayanya untuk mengintegerasikan pendidikan agama di sekolah sekuler dan mengenalkan pendidikan ilmu pengetahuan umum di sekolah-sekolah agama. Meski diasingkan dan dipenjara selama puluhan tahun, namun hal itu tak menyurutkan perjuangan Said Nursi hingga akhir hayatnya.

“Saya sengaja mengangkat tema sejarah agar generasi muda muslim menjadi insan yang tidak gampang melupakan sejarah. Dari sejarah kita dapat memetik banyak pelajaran berharga yang masih relevan dengan perkembangan umat sekarang”, tambahnya.

Di samping bedah buku, acara juga disemarakkan dengan kegiatan bazaar yang menawarkan barang-barang kebutuhan sholat dan buku-buku islami. Bazaar banyak menarik perhatian mahasiswa karena menjual barang-barang dengan harga murah. Pada sesi akhir acara, panitia menyediakan takjil dan makanan untuk berbuka.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map