Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Mahasiswa Pascasarjana FTI UII Kembangkan Aplikasi Prediksi Beaya Medis Pasien PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Monday, 27 June 2016

Image
jogpaper.com
Menjadi pasien di rumah sakit mungkin menjadi satu hal yang tidak dikehendaki oleh banyak orang. Namun jika penyakit yang diderita sudah memaksa untuk segera diobati maka hal ini pun menjadi pilihan yang tidak bisa dihindari. Salah satu kekhawatiran pasien adalah beaya berobat yang terkadang di luar prediksi. Ini dapat disebabkan oleh ketidaktahuan pasien atas tingkat keparahan penyakit yang dideritanya sehingga memerlukan penanganan khusus.  

Namun hal itu nampaknya dapat diatasi dengan hadirnya “Aplikasi Prediksi Keparahan Penyakit dan Beaya” yang dikembangkan oleh Mahasiswa Informatika Medis Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonsia (FTI UII), Sukma Puspitorini.  Aplikasi ini bisa membantu pasien untuk mengetahui keparahan kasus penyakit dan beaya yang harus dikeluarkan pada pasien rawat inap.

Diungkapkan Sukma Puspitorini, pengembangan aplikasi tersebut dilatarbelakangi masih banyaknya keluhan masyarakat tentang pembiayaan fasilitas kesehatan yang cukup tinggi. “Terlebih jika ada anggota keluarga yang harus menjalani rawat inap. Sementara sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hanya mengkover beberapa poin pembiayaan sehingga informasi dana tambahan yang harus dikeluarkan pasien tidak bisa cepat diketahui”, ungkapnya kepada awak media di kampus FTI UII, Senin (27/6).

Ia kemudian mengajukan penelitian berjudul ‘Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Tingkat Keparahan (severity level) Kasus Penyakit’ di bawah bimbingan Dr. Sri Kusumadewi SSi, MT dan dr. Linda Rosita MKes, SpPK. Penelitiannya juga dibantu oleh dosen FTI UII lainnya, Izzati Muhimmah, M.Sc, Ph.D. Sampel yang digunakan sebanyak 1.000 orang dari dua RSUD Raden Mataher Jambi dan dr. R Soeprapto Cepu, Jawa Tengah.

Program JKN, imbuh Sukma, menerapkan sistem pembayaran casemix dalam melakukan pembayaran kepada fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan. Casemix adalah sistem pengklarifikasian penyakit yang mengkombinasikan antara sekelompok penyakit dengan karakteristik klinis yang sama dengan beaya perawatan di suatu rumah sakit. Penyakit dengan karakteristik klinik sama biasanya membutuhkan sumber daya yang hampir sama dan beaya perawatan juga sama.

Sayangnya, karena pasien sering membludak petugas JKN membutuhkan waktu berhari-hari untuk mengetahui besarnya beaya yang harus ditanggung pasien. Dengan adanya aplikasi ini, tentunya sangat membantu keluarga pasien agar dapat mengetahui perkiraan beaya yang harus ditanggung sebelum diizinkan pulang dari rawat inap.

Penemuan ini sudah diterapkan pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mataher Jambi atau rumah sakit regional 3 kelas B dan RSUD dr R Soeprapto Cepu Jawa Tengah atau rumah sakit regional 1 kelas C. “Kepala instalasi Rekam Medis RSUD dr R Soeprapto Cepu memberikan tanggapan aplikasi ini layak untuk dijadikan rekomendasi guna memberi gambaran pembiayaan rumah sakit dan membantu petugas rekam medis unit JKN”, imbuhnya.

Untuk saat ini, aplikasi baru bisa digunakan menghitung beaya berobat bagi penyakit hipertensi, stroke, dan Diabetes Militus Tipe 2. Ke depan, Sukma Pusporini berharap aplikasi dapat dikembangkan hingga dapat menjangkau perhitungan beaya lebih banyak penyakit lagi.

Sumber : http://jogpaper.com/index.php/thesis/168-aplikasi-prediksi-beaya-bantu-keluarga-pasien




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map