Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Belajar Islam di Indonesia Beri Perspektif Baru bagi Mahasiswa Australia PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Sunday, 24 July 2016

ImageEmily Schilling, mahasiswi asal Flinders University, Australia cukup terkejut ketika melihat antusiasme para perempuan Muslim di Indonesia dalam mengenakan jilbab. Dari pengamatannya, ia melihat kaum wanita di Indonesia tidak mengenakan jilbab hanya sekedar menjalankan kewajiban agama. Lebih dari itu, menurutnya jilbab di Indonesia merupakan simbol sekaligus identitas yang menunjukkan keaktifan, partisipasi, dan kapasitas wanita Muslim dalam menjalankan perannya di sektor-sektor publik dan profesional. Oleh karenanya, tidak mengherankan jika jilbab kian mendapat tempat di tengah komunitas Islam di Indonesia.

Setidaknya itulah sekelumit pengalaman yang dikisahkan Emily pada sharing session program Understanding Islam in Indonesia yang berlangsung di Gedung Perpustakaan UII, Sabtu (23/7). Program tersebut merupakan kolaborasi yang dijalankan oleh Flinders University, Australia bekerjasama dengan Universitas Islam Indonesia (UII). Emily Schilling merupakan satu di antara 14 mahasiswa Australia yang mendapat beasiswa Colombo Plan dari pemerintah Australia untuk belajar tentang Islam dan masyarakat Indonesia dengan bantuan fasilitas dari UII.

Selama dua minggu, mereka intens mempelajari Bahasa Indonesia, budaya, dan nilai-nilai Islam melalui berbagai kegiatan menarik, baik kuliah, kelas lapangan, maupun pemagangan di institusi-institusi Islam, seperti kantor media, sekolah, dan bank syariah.

Ditambahkan Emily Schilling, pengalaman mengikuti program tersebut sangat berkesan baginya sebab ia banyak menimba perspektif baru tentang Islam dan masyarakat Indonesia yang dapat dirasakannya secara langsung. “Saya melihat Islam di Indonesia sangat menarik karena sebagai komunitas yang mayoritas, muslim bisa saja menjadikan Indonesia sebagai negara Islam. Namun mereka lebih memilih menjadi komunitas yang plural dan majemuk”, ungkapnya.

Terkait pengalaman magangya, Emily mendapat kesempatan magang di salah satu bank syariah di kota Jogja. Selama magang, ia ditemani oleh mahasiswa UII untuk memfasilitasi komunikasinya dengan para pegawai di sana.

“Saya banyak bertanya kepada para pegawai bank syariah tentang hal yang menurut saya menarik, seperti konsep standar emas dan sistem bagi hasil yang diterapkan dalam sistem perbankan syariah. Untunglah ada mahasiswa UII yang membantu karena saya belum begitu mahir berbahasa Indoneisa”, kisahnya.

Suka Bergaul dengan Anak-Anak

Senada dengan Emily, pengalaman menarik juga dialami oleh Jonathan Daughtry, mahasiswa Flinders University lainnya. Ketika ditanya apa pengalaman tersebut, ia secara spesifik menceritakan aktifitasnya ketika magang di sebuah sekolah Islam di Jogja. Misalnya saja, pada hari ke-2, tiba-tiba ia diminta ikut dalam kelas menari tradisional bersama anak-anak. Tentu saja hal ini cukup canggung bagi Jonathan, namun ia mengaku sangat senang karena anak-anak di sana mudah akrab dengan orang asing seperti dirinya. Ia juga banyak berbincang dengan kepala sekolah dan guru bimbingan konseling tentang pendidikan yang dijalankan di sekolah.

“Ketika memutuskan mengikuti program ini, saya memang mengharapkan akan banyak menemukan perspektif baru. Dan memang betul, Islam merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia, termasuk dalam hal pendidikan”, ungkap mahasiswa Sastra Inggris itu. Di sekolah, ia mengamati terdapat beberapa perbedaan tentang sistem pendidikan di Indonesia dan negerinya. Seperti, pelajaran agama yang wajib diikuti semua siswa baik di sekolah negeri maupun swasta dan pemisahan antara siswa laki-laki dan perempuan.

Sementara itu, Mr. Scott Bradford selaku perwakilan dari Kedutaan Besar Australia sangat mengapresiasi keaktifan mahasiswa Australia dan UII selama mengikuti program. Menururtnya, inilah yang menjadi tujuan utama beasiswa Colombo Plan yakni menciptakan jembatan komunikasi yang positif antara warga Australia dan Indonesia. “Saya kira hubungan nyata antara sesama warga kedua negara sama pentingnya dengan hubungan antar pemerintah yang sudah lama terjalin”, ujarnya.

Direktur Pemasaran, Kerjasama, dan Alumni UII, Hangga Fathana, MA berharap para peserta program dapat terus menjalin komunikasi meski program telah usai nantinya. Sebagaimana tujuan awal program, ia menegaskan bahwa peserta memainkan peranan penting sebagai agen yang menjembatani kesenjangan pemahaman tentang Islam dan budaya di antara kedua negara.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map