Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Ilmu Akuntansi Forensik Cegah Kecurangan dalam Persaingan Ekonomi PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Thursday, 08 September 2016

ImagePerkembangan zaman yang kian bergerak maju semakin mendorong ketatnya kompetisi baik di antara sesama individu maupun aktor ekonomi. Hal ini kemudian memunculkan strategi untuk memaksimalkan potensi dan efisiensi sumberdaya yang dimiliki agar meraih keunggulan kompetitif dibanding para pemain pasar lainnya. Meski demikian dalam upaya memenangkan persaingan, ada kalanya juga memunculkan dampak negatif seperti maraknya praktek – praktek kecurangan (fraud). Hal inilah yang berusaha diatasi melalui pengembangan ilmu akuntansi forensik sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kecurangan dalam praktek persaingan ekonomi. Sebagaimana tergambar dalam pelaksanaan focus group discussion (FGD) yang berlangsung di Gedung Moh. Hatta UII, Rabu (7/9).

FGD tersebut dihadiri oleh puluhan akademisi dan praktisi di bidang akuntansi forensik dari berbagai kota di Pulau Jawa dan sekitarnya. Dalam acara ini juga dilakukan sosialisasi Forum Akademisi Akuntansi Forensik (FAAF) sebagai wadah komunikasi para akademisi dan praktisi dalam mengembangkan keilmuan bidang akuntansi forensik di Indonesia. Salah seorang akademisi asing yang juga hadir dalam FGD tersebut, antara lain     Associate Professor Kathie Cooper dari University of Wollongong – Australia.

Disampaikan oleh Hendi Yogi Prabowo, SE, MForAccy, Ph.D, selaku Direktur Pusat Studi Akuntansi Forensik UII bahwa permasalahan good governance, akuntabilitas, dan integritas telah menjadi bagian dari dinamika persaingan di berbagai belahan dunia. Tidak sedikit perusahaan raksasa dari berbagai negara yang jatuh karena praktek – praktek ketidakjujuran yang membudaya. Mereka meyakini praktek itu dapat meningkatkan daya saing namun akhirnya justru mengakibatkan kerugian tidak hanya bagi organisasi tapi juga bagi negara dan masyarakat luas.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa tekanan persaingan global dapat menciptakan dorongan bagi individu maupun organisasi untuk melakukan tindakan – tindakan yang tidak sesuai dengan etika, norma dan hukum yang berlaku”, katanya.

Ia juga menambahkan bahwa disiplin ilmu akuntansi forensik dikembangkan tidak hanya untuk mengungkap kasus kecurangan seperti misalnya korupsi namun juga untuk memahami sisi – sisi humanis dan interaksi dalam organisasi maupun masyarakat yang terkait dengan permasalahan tersebut.

Sementara itu, Wakil Rektor III UII, Dr. Abdul Jamil, SH, MH mengatakan kalangan intelektual khususnya akademisi juga perlu menggalakkan kampanye melawan praktek kecurangan yang terjadi dalam kegiatan ekonomi. Ia berharap FGD dapat memberikan sumbangsih berupa solusi dan pengetahuan mengapa permasalahan tersebut terus terjadi serta bagaimana mengatasinya. “Semoga Pascasarjana Fakultas Ekonomi UII dapat terus berkolaborasi dengan para para praktisi untuk mendiskusikan dan mencari solusi atas permasalahan yang sedang hangat dibicarakan di tengah masyarakat”, pungkasnya.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map