Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Saatnya Dosen Aktualisasi Kepakaran Lewat Media Massa PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Thursday, 17 November 2016

ImageTingginya intensitas pemberitaan media atas isu hangat di tingkat nasional maupun internasional dapat menjadi peluang menarik bagi para peneliti untuk mengaktualisasi kepakarannya. Berbagai isu tersebut terus berganti dan berkembang setiap waktunya meliputi bidang ekonomi, politik, hukum, ilmu alam, dan budaya. Isu-isu ini membutuhkan telaah kepakaran dengan bahasa opini yang akrab di telinga masyarakat. Diimbangi dengan semakin meningkatnya literasi masyarakat terhadap media dan opini para kolumnis, kesempatan ini selayaknya perlu direspon dengan baik oleh para pakar di perguruan tinggi.

Demikian sebagaimana tergambar dalam acara Workshop Penulisan Opini, “Publication in National Media” yang digagas oleh Direktorat Humas UII bekerjasama dengan Kompas di Gedung Unishop UII, Kamis (17/11). Acara tersebut dipandu oleh penulis opini aktif Kompas, Zuhairi Misrawi dan wartawan senior Kompas, Kenedi Nurhan. Para dosen dan peneliti UII yang hadir nampak aktif mengikuti pemaparan masing-masing pembicara terkait seluk beluk penulisan opini di media massa.

Disampaikan Dr. Nur Feriyanto dalam sambutannya, kapabilitas keilmuan para dosen di UII hendaknya juga dapat disampaikan tidak hanya di lingkup komunitas akademik, namun juga ke masyarakat secara luas. Dengan menulis gagasan lewat media seperti dituturkan Dr. Nur Feriyanto, selain gagasan akan tersebar secara luas menulis di media massa juga sebagai bentuk aktualisasi bidang kepakaran yang telah ditekuni.

“Ketika sebuah karya selesai ditulis, maka pengarang tak mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi”, kata Dr. Nur Feriyanto mengutip quote penulis dan novelis, Helvy Tiana Rosa.

Sementara disampaikan Zuhairi Misrawi, menulis Opini di Kompas merupakan impian setiap intelektual dan aktivis muda. Menurutnya Kompas merupakan koran yang memungkinkan ide-ide besar dan pemikiran progresif, khususnya yang dapat membangun solidaritas kebangsaan dan solidaritas kemanusiaan.

“Bahkan ada sebuat tesis yang menyatakan, bahwa moderasi Islam di Indonesia berhutang budi pada Kompas,” ungkap Zuhairi Misrawi.

Zuhairi Misrawi di hadapan para peserta workshop berbagi kiat-kiat bagaimana menjadi seorang penulis. Menurut Zuhairi Misrawi, salah satunya harus punya kesadaran dan keyakinan, bahwa pada hakikatnya setiap orang bisa menjadi penulis. Seorang penulis harus menjadi pembaca yang “rakus” dan menekuni dan menguasai bidang keilmuan secara kaffah. “Seorang penulis harus mempunyai slogan hidup, “tiada hari tanpa membaca dan menulis”, tuturnya.

Zuhairi Misrawi menambahkan, menjadi penulis merupakan suatu hal yang mudah, tetapi menjadi penulis yang tranformatif dan inspiratif membutuhkan modal pengetahuan yang luas.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map