Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Cerdas Mengolah dan Mengkonsumsi Berita Dengan Jurnalisme Kreatif PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Sunday, 27 November 2016

ImageDerasnya arus informasi yang masuk setiap harinya lewat berbagai media pemberitaan memberi peluang masyarakat untuk mengkonsumsi berita yang diinginkan. Menghadapi era banjir informasi seperti sekarang, masyarakat dituntut untuk cerdas dan jeli dalam mengkonsumsi pemberitaan. Sebab dari berbagai informasi tersebut tidak semuanya layak untuk dikonsumsi. Ada sebagian yang cenderung hanya berisi informasi sensasional namun minim substansi. Sebagian lainnya justru memuat rumor yang tidak berlandaskan fakta-fakta jurnalistik. Oleh karena itu, masyarakat sekarang perlu tidak sekedar menjadi konsumen berita tetapi juga memahami apa itu jurnalisme cerdas dan kreatif.

Seperti disampaikan oleh Drs. Octo Lampito, M.Pd dalam sesi Workshop Penulisan Jurnalistik, “Be a Smart and Creative Journalist” yang diadakan di Gedung Prof. Dr. Sardjito, kampus terpadu UII, Sabtu (26/11). Workshop yang digagas oleh Direktorat Humas UII ini diikuti setidaknya 80 peserta yang berasal dari mahasiswa umum, perwakilan lembaga pers mahasiswa, unit kegiatan mahasiswa, dan staf Humas di tingkat fakultas. Penyelenggaraan workshop bertujuan meningkatkan kesadaran sivitas akademika UII akan pentingnya pemberitaan yang positif untuk membangun citra kampus.

Drs. Octo Lampito menyorot berkembangnya tren berita yang begitu mudah ditemukan di media online dan media sosial. Menurutnya, perkembangan ini di satu sisi telah membuat orang lebih mudah mengakses berita. Tetapi aspek lain yang perlu dilihat juga terkait tanggungjawab penulis atas kredibilitas isi berita.

“Di media cetak sudah jelas ada dewan redaksi dan editor yang memverifikasi isi berita dari wartawan. Sedangkan di media sosial, editornya adalah para pengguna media sosial itu sendiri, termasuk Anda yang menyaring isi berita itu”, ungkap pria yang juga menjabat Pemimpin Redaksi Kedaulatan Rakyat itu.

Drs. Octo Lampito juga menambahkan, unsur berita baik online maupun offline meliputi fakta yang memiliki kelengkapan dasar, dengan konsep 5W+1H, terdapat keterangan, pendapat sumber, pernyataan, sumber yang lain dan identitas diri sumber. Sedangkan unsur yang tidak boleh masuk, antara lain pendapat pribadi penulis berita, informasi tidak jelas sumbernya misalnya hanya dari SMS dan isu.

Wakil Rektor II UII, Dr. Drs. Nur Feriyanto, M.Si menyambut baik diadakannya pelatihan kepenulisan jurnalistik oleh Direktorat Humas UII. Ia menilai saat ini masyarakat senantiasa tidak bisa terlepas dari aktifitas untuk mengkonsumsi berita. “Ibarat nutrisi bagi tubuh, berita menyediakan asupan informasi yang penting bagi pikiran kita dalam rangka memahami perkembangan situasi yang terjadi di tengah masyarakat”, ujarnya.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map