Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
UII Gelar Seminar Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Monday, 28 November 2016

ImageIndonesia saat ini telah ditetapkan sebagai wilayah darurat NAPZA. Hal ini terjadi akibat adanya peningkatan pengguna NAPZA dari tahun ke tahun. Data BNN menyebutkan terjadi peningkatan yang signifikan dari tahun 2004 sampai 2015 yaitu 3.170.000 jiwa menjadi 5.100.000 jiwa pengguna. Sekitar 80% dari pengguna NAPZA merupakan generasi muda dengan kisaran usia 15-39 tahun.

Merespon dari kondisi tersebut, Pusat Studi NAPZA Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Seminar dengan tema “Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA”, pada Sabtu, 26 November 2016, di Hotel Grand Tjokro, Yogyakarta. Hadir sebagai pembicara Guru Besar Psikiatri UII, Prof. Dr. dr. H. Soewadi, MPH, Sp.KJ (K), Direktur Advokasi Deputy Bidang Pencegahan BNN, Brigjen. Pol. Dr. Victor Pudjiati, Sp. B, FICS, DFM dan Hadi Widodo yang menyampaikan testimoni tentang pengalaman penyalahgunaan NAPZA dan upaya penyembuhannya.

Disampaikan Prof. Soewadi, yang juga sebagai Kepala Pusat Studi NAPZA UII, penyelenggaraan seminar tidak lain bertujuan untuk mensosialisasikan pencegahan penyalahgunaan NAPZA di lingkungan mahasiswa, baik di lingkungan UII secara khusus juga masyarakat luas. Kegiatan seminar juga bertujuan untuk memperkenalkan pada khalayak mengenai eksistensi Pusat Studi NAPZA UII.  

Penyelenggaraan seminar bagi Pusat Studi NAPZA UII merupakan salah satu dari berbagai program kerja unit. Tidak hanya seminar, berbagai program kerja lainnya juga akan dijalankan. Para peserta seminar yang hadir antara lain dari Perwakilan Polda DIY, Perwakilan BNNP Yogyakarta, Perwakilan Bagian Rehabilitasi NAPZA di RS Grhasia, perwakilan BEM dari berbagai Universitas di Yogyakarta, perwakilan LEM seluruh fakultas UII serta perwakilan BEM UII.

Disampaikan Prof. Soewadi dalam materinya, tahun 2015 di indonesia terdapat 5.8 juta jiwa pengguna NAPZA. Dari jumlah tersebut 23.028 merupakan pengguna coba-coba, yakni 30% merupakan pelajar/mahasiswa, 36% rumah tangga dan 32% dari kalangan yang telah bekerja. Prof. Soewadi menuturkan, dari pengalaman para ahli ternyata lebih dari 75% yang menyalahgunakan NAPZA adalah yang terganggu kepribadiannya

Menurut Prof. Soewadi gangguan kepribadian yakni pola perilaku menyimpang, tidak mampu menyesuaikan diri dalam interaksi interpersonal. Selain itu, juga gangguan kepribadian lainnya yakni perlu mendapatkan perhatian seperti paranoid dan a-sosial.

Sementara disampaikan Hadi Widodo, ketergantungan adalah suatu proses pengenalan terhadap zat opiat mulai dari tahap melihat dan mencoba sehingga menyebabkan seseorang menjadi ketergantungan. Ketergantungan merupakan rasa ingin menggunakan obat-obatan yang timbul karena produksi zat dalam fungsi otak berubah. ”Sekali fungsi otak mengalami perubahan, seseorang akan mengalami perubahan pada fisik, psikis dan sosial,” paparnya.

Hadi Widodo menambahkan, zat pada otak mempengaruhi penyampaian pesan pada syaraf, sehingga memancing rasa ketagihan. Untuk menghilangkan rasa ketagihan tersebut badan akan beradaptasi pada dosis obat yang lebih tinggi. Beberapa tahapan pengguna NAPZA menurut Hadi Widodo terdiri dari tahap awal, tahap toleransi, tahap ketergantungan, tahap perubahan dan tahap kejenuhan.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map