Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
UII dan Universitas Oxford Jajaki Pengembangan Kajian Islam di Indonesia PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Thursday, 15 December 2016

ImageSebagai perguruan tinggi Islam, internasionalisasi dimaknai Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai keniscayaan strategis untuk tetap berada di garis depan penelitian, pengajaran, pengabdian masyarakat dan dakwah Islamiyah dalam rangka menghasilkan proses pendidikan dan lulusan berkualitas dengan wawasan global.

Dalam konteks tersebut, UII memandang pentingnya upaya penyebarluasan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam melalui kemitraan dengan perguruan tinggi luar negeri. Demikian disampaikan Direktur Pemasaran, Kerja Sama, dan Alumni (DPKA) UII, Hangga Fathana, saat ditemui Humas UII di Gedung Rektorat UII, Kamis (15/12).

Dituturkan Hangga Fathana, salah satu upaya yang dilakukan oleh UII salah satunya dengan melakukan kunjungan penjajakan kerja sama ke Pusat Kajian Islam Universitas Oxford (Oxford Centre for Islamic Studies - OXCIS), Oxford, di Oxford Inggris, pada pertengahan bulan November 2016. “Kunjungan penjajakan kerja sama ini dilaksanakan dalam rangka hibah perjalanan bertajuk Discovering Indonesian Islam yang saya terima dari Pemerintah Inggris melalui Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia,” paparnya.

Disampaikan Hangga Fathana, dalam kunjungannya tersebut diterima langsung oleh Dr. Farhan Nizami, C.B.E., Direktur OXCIS beserta segenap pimpinan lembaga independen di bawah Universitas Oxford. Dalam diskusi penjajakan kerja sama antara UII dengan OXCIS, disepakati rencana pelaksanaan pertukaran profesor dan dosen senior di bidang kajian Islam melalui program fellowship selama tiga hingga enam bulan.

Hangga Fathana menambahkan, dalam kesempatan tersebut Dr. Nizami menegaskan pentingnya pengembangan penelitian mengenai sejarah dan dinamika Islam di Indonesia, khususnya dikaitkan dengan fakta Indonesia sebagai negara dengan populasi penduduk Muslim terbesar di dunia. Menurut Nizami, tidak sedikit Universitas di Inggris saat ini hanya terfokus pada kajian Islam yang terpusat di kawasan Timur Tengah.

Hal senada secara terpisah juga disampaikan oleh Profesor Muhammad Abdel Haleem, OBE, Direktur Pusat Kajian Islam Universitas London (Centre for Islamic Studies, The University of London). Disampaikan Hangga Fathana, dalam kunjungan ke Universitas London, pada hari berikutnya, Selasa (15/11), Profesor Haleem menegaskan perlunya peningkatan kajian mengenai Islam di Indonesia.

Saat ini, mayoritas mahasiswa kajian Islam di Universitas London memilih negara-negara Timur Tengah sebagai tujuan kuliah lapangan sehingga sangat sedikit yang memiliki kesadaran maupun ketertarikan mengenai Islam di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia. “Indonesia saat ini menjadi ceruk penelitian yang belum banyak dikaji oleh Universitas di Inggris,” ungkap Profesor Haleem.

 Penjajakan kerja sama UII dengan Pusat Kajian Islam Universitas London sebagaimana disampaikan Hangga Fathana mencakup program fellowship untuk profesor dan dosen senior di bidang kajian Islam, serta peluang pertukaran mahasiswa selama dua hingga empat minggu untuk memahami lebih dekat mengenai Islam di Indonesia. Selain itu, Profesor Haleem juga mengundang partisipasi dosen kajian Islam UII untuk menulis dalam Journal of Qur’anic Studies yang dikelola oleh Universitas London.

Lebih lanjut disampaikan Hangga Fathana, kemitraan untuk pengembangan kajian Islam juga dilakukan dengan Universitas Nottingham. Pada kesempatan terpisah, Profesor Jon Hoover dari School of Humanities Universitas Nottingham mendiskusikan peluang pengiriman mahasiswa Universitas Nottingham ke UII selama tujuh hari sebagai bagian dari mata kuliah “Pengantar Kajian Islam” di kampus tersebut.

Selain kunjungan kemitraan, hibah perjalanan Discovering Indonesian Islam ke Inggris juga diisi dengan kegiatan kuliah tamu mengenai Islam dan Politik di Indonesia, bertempat di Universitas Gloucestershire, Cheltenham. Pada kesempatan tersebut, saya sebagai pengajar Hubungan Internasional di UII memaparkan perkembangan pergerakan Islam dan politik di Indonesia pascareformasi.

“Tantangan utama yang dihadapi pergerakan dan organisasi Islam di Indonesia saat ini adalah fragmentasi dan pembelahan politik (political division),” ungkap Hangga Fathana. Kuliah tamu tersebut dihadiri oleh mahasiswa sarjana, pascasarjana serta segenap pimpinan Universitas Gloucestershire.

Ditambahkan, hingga tahun 2016, UII telah menjalin kerja sama aktif dengan beberapa perguruan tinggi di Inggris, di antaranya Universitas Gloucestershire, Universitas Nottingham, dan Universitas Bedfordshire. Hibah perjalanan Discovering Indonesian Islam telah berperan penting dalam membuka peluang perluasan jejaring kerja sama UII dengan Universitas di Inggris.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map