Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Kampus dan Pemerintah Perlu Bangun Sinergi Kerjasama Kesehatan PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Thursday, 22 December 2016

ImageLuasnya cakupan pembangunan di bidang kesehatan seringkali membuat pemerintah kewalahan untuk menentukan skala prioritas pembangunan. Sebagai contoh, bidang pelayanan kesehatan dan ketersediaan fasilitas kesehatan dinilai penting untuk diprioritaskan. Padahal, bidang lain seperti penelitian dan pengembangan obat juga tidak kalah penting untuk digarap. Untuk itu, pemerintah perlu menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk bersama-sama mendorong kemajuan bidang kesehatan secara merata. Perguruan tinggi dapat menjadi mitra kerjasama yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut.

Latar belakang inilah yang mendorong terwujudnya kerjasama antara UII dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Lewat penandatanganan kesepakatan bersama, kedua pihak sepakat untuk membangun kerjasama secara komprehensif di berbagai bidang pembangunan kesehatan. Penandatanganan kesepakatan itu berlangsung di Gedung Rektorat UII, Rabu (21/12). Dalam waktu yang sama, Balitbang Kemenkes RI juga menggandeng 3 fakultas di lingkungan UII untuk terlibat dalam kerjasama itu. Ketiganya yakni, Fakultas Kedokteran, Fakultas MIPA, dan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya.

Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc dalam kesempatan itu mengatakan pembangunan kesehatan tidak hanya menjadi perhatian tenaga profesional di bidang kesehatan, namun universitas juga memiliki perhatian tentang itu. “Kita ingin turut berperan dengan mendayagunakan ilmu dan keahlian sivitas akademika untuk turut mewujudkan kemajuan kesehatan di level nasional”, ujarnya. Rektor berpendapat terwujudnya sinergi kerjasama di antara pemerintah dan universitas akan dapat mempercepat peningkatan kualitas kesehatan di segenap sektor.

Sementara Dr. Siswanto, MHP, DTM selaku Kepala Balitbang Kemenkes RI menjelaskan tentang berbagai tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kesehatan tanah air. Seperti di antaranya masih tingginya angka kematian ibu, problem kekurangan gizi di beberapa wilayah, dan belum meratanya mutu pelayanan kesehatan yang ada.

Terkait dengan kemajuan pengembangan obat farmasi di Indonesia, ia menilai hal ini perlu menjadi perhatian bersama. “Dari banyaknya obat-obatan yang beredar, masih sangat sedikit obat yang dikembangkan dari potensi alami asli Indonesia. Ketergantungan kita akan obat-obatan dari luar masih cukup tinggi. Ini cukup memprihatinkan”, katanya.

Untuk itu, ia mengajak para peneliti obat dan farmasi di perguruan tinggi agar bersama-sama mendorong pengembangan obat asli Indonesia. Ia menghimbau ahli obat dan farmasi untuk tidak bekerja sendiri karena proses pengembangan sebuah obat hingga siap edar membutuhkan dukungan besar dari para ahli di bidang lain, seperti kimia dan tentunya pemerintah.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map