Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Peningkatan Jaringan Jalan Kurangi Risiko Kecelakaan PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Saturday, 21 January 2017

Image
http://meetdoctor.com/
Semakin parahnya kemacetan di kawasan Jalan Kaliurang mulai dirasakan imbasnya hingga mencapai kawasan kampus terpadu UII. Kemacetan tidak hanya memperlama waktu mencapai tempat tujuan. Efek yang lebih besar adalah semakin berkurangnya empati pengguna jalan karena meningkatnya stres selama berada di kemacetan. Ini dapat berakibat pada semakin besarnya potensi kecelakaan lalu lintas karena emosi pengguna jalan yang kurang stabil. Untuk itu diperlukan solusi agar arus lalu lintas dapat terurai dengan baik sehingga mengurangi kemacetan lalu lintas dan meminimalisir terjadinya kecelakaan yang membahayakan jiwa. Peningkatan infrastruktur jaringan jalan pun dianggap sebagai solusi tepat untuk mengurai masalah tersebut.

Seperti disampaikan oleh pengamat transportasi UII, Ir. Bachnas, M.Sc kepada Humas UII belum lama ini di ruang kerjanya. “Di negara berkembang seperti Indonesia, pertumbuhan kendaraan bisa di atas 5 persen per tahun. Ini artinya setiap saat terjadi penambahan kendaraan yang tidak dapat diimbangi oleh peningkatan kapasitas jalan”, ujar dosen transportasi di FTSP UII itu.

Hal tersebut erat kaitannya dengan penurunan level of service jalan-jalan di kota besar Indonesia yang semakin kurang memadai setiap tahunnya, termasuk di kota Yogya. Rasio fatalitas kecelakaan lalu lintas di Indonesia termasuk salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara. Kecelakaan fatal didominasi oleh pengguna sepeda motor. Meski demikian, permasalahan ini bukannya tidak bisa diatasi.

Jaringan jalan sendiri adalah jalan-jalan alternatif yang berfungsi menghubungkan jalan-jalan besar di arus utama. Perannya cukup vital sebagai pendukung sarana jalan utama yang telah ada. Jaringan jalan yang tersebar di berbagai titik juga berfungsi mendistribusikan volume kendaraan yang ada. Bachnas mengungkapkan peningkatan jaringan jalan merupakan solusi karena di Yogya sendiri cukup banyak terdapat fasilitas tersebut.

Ia menilai sikap masyarakat sendiri juga cukup berpengaruh dalam hal ini. Masyarakat Indonesia belum terbiasa untuk mengakses jalan-jalan alternatif atau jaringan jalan. Sebagai contoh untuk mencapai RS Sardjito di kawasan kampus UGM sebenarnya terdapat beragam alternatif jalan, namun pengguna lebih memilih jalan-jalan utama saja seperti Jalan Kaliurang atau Jalan Magelang saja. Hal itu menimbulkan konsentrasi kendaraan yang bertumpuk di satu titik. Oleh karenanya kemacetan dan kecelakaan pun sangat rawan terjadi di jalan-jalan seperti ini.

Ditambahkan Bachnas, pemerintah dan agen-agen terkait perlu melakukan sosialisasi tentang hal ini sehingga dapat memberikan edukasi kepada masyarakat. Di samping itu, peningkatan kualitas dan kapasitas jaringan jalan wajib terus dilakukan dari waktu ke waktu. “Kita juga menanti terobosan pemerintah daerah untuk menambah jalur transportasi publik yang menghubungkan kawasan kota Yogya hingga ke kawasan Pakem, Kaliurang. Ini dapat memberikan alternatif transportasi kepada masyarakat”, tambahnya lagi.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map