Universitas Islam Indonesia

Selamat datang di website Universitas Islam Indonesia
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Gadai Syariah Kembangkan Prinsip Ekonomi Berkeadilan PDF Bookmark and Share Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Monday, 23 January 2017

ImageGadai merupakan suatu sistem ekonomi mikro menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian masyarakat Indonesia. Gadai dianggap sebagai solusi untuk memperoleh bantuan finansial guna mencukupi kebutuhan sehari-hari yang sifatnya jangka pendek. Seiring dengan berkembangnya ekonomi syariah, muncul pula transaksi baru bernama gadai syariah. Transaksi itu berusaha menjembatani apa yang dianggap kurang terpenuhi dari gadai konvensional. Salah satunya yakni prinsip keadilan ekonomi. Gadai konvensional dinilai belum mendudukkan hak dan kewajiban yang seimbang antara penjamin gadai dan pengguna jasa gadai. Gadai syariah berupaya menyeimbangkan hal itu dengan memberikan jaminan kemanfaatan bagi kedua pihak tanpa merugikan salah satu pihak.

Demikian disampaikan oleh Iskandar, S.Ag., M.Hum di hadapan tim penguji Sidang Ujian Terbuka Doktor Ilmu Hukum, Program Pascasarjana Fakultas Hukum yang berlangsung di Auditorium UII, Jalan Cik Di Tiro No. 1 Yogya, Sabtu (21/1). Iskandar mengetengahkan disertasi berjudul “Gadai Syariah di Indonesia : Implementasi Prinsip-Prinsip Syariah Bagi Pengembangan Gadai Syariah Yang Berkeadilan”.

Sidang dihadiri oleh dewan penguji yang terdiri dari Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc (Ketua Sidang), Prof. Dr. Abdul Ghofur Anshori, SH., MH (Promotor), dan Dr. Agus Triyanta, MA., MH., Ph.D (Co-Promotor). Sedangkan angota tim penguji terdiri dari Prof. Dr. Ridwan Khairandy, SH., M.Hum, Prof. Dr. Amir Mu’alim, MIS, dan Dr. Aunur Rohim Faqih, SH., M.Hum.

Iskandar menilai gadai syariah dapat menjadi salah satu model solusi penopang sistem ekonomi mikro di Indonesia yang selama ini digerakkan oleh sektor UMKM. Namun demikian ia juga memberikan beberapa catatan terkait implementasi gadai syariah yang dinilainya belum ideal. “Dikatakan belum sepenuhnya sesuai prinsip keadilan ekonomi karena orientasinya masih pada konsumtif dan jangkauannya masih pada golongan kaum menengah atas”, ujar pria yang juga menjadi pengajar di STAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung itu. Ia mendasarkan penelitiannya pada metode deep interview dengan para praktisi pegadaian dan studi literatur.

Selain itu, Iskandar juga mengkritisi terbatasnya pilihan barang gadai yang dapat dijaminkan yakni emas dan BPKB. Pembatasan ini dinilainya menjadi penghambat bagi pelaku UMKM untuk mengakses modal dengan sistem gadai syariah. Oleh karenanya, disarankan terdapat opsi variasi jaminan yang tidak hanya terbatas pada dua item tersebut.

Setelah berunding dan melihat kemampuan Iskandar dalam mempertahankan disertasinya, Dewan Penguji Sidang memutuskan Iskandar lulus dengan predikat memuaskan. Oleh karena itu, ia berhak menyandang gelar doktor ilmu hukum. Ia menjadi doktor ke-67 yang menamatkan studi S-3 di FH UII sekaligus doktor ke-110 yang promosinya dilaksanakan di kampus UII.




Share this Article ...
Live!Facebook!twitter!MySpace!Furl!Yahoo!
 
< Prev   Next >
About University
Campus Facilities
Centers and Departments
Directorate
Faculty and Programmes
Laboratory
Prospective Students
Student Affairs
Scholarship
Media Relations
Pemilu UII 2017
Contact
Web Directory
Blog
Email
Map of Campus
Site Map
Disable Campus Map